RSD KALISAT menggelar sosialisasi pencegahan dan penyebaran virus corona atau Covid-19. Sosialisasi dilaksanakan di Aula Merah Putih RSD Kalisat 12 Maret 2020.Dr Rendi Revandana Bramantya,Sp.PD mengatakan kasus penyebaran virus corona atau COVID-19 saat ini menjadi perhatian dunia. Meski demikian, kasus pasien yang positif terpapar Covid-19 di negara tirai bambu ini semakin menurun, dan mulai banyak yang sembuh. Justru saat ini kasusnya mulai meningkat di negara luar China.Dr Rendi Revandana Bramantya,Sp.PD menjelaskan, masyarakat tidak perlu panik dan cemas berlebihan dalam menyikapi kasus ini. “Kita tidak perlu khawatir, tetapi tetap waspada, katanya.Perlu dipahami kata dia, virus ini seperti flu biasa hanya saja disertai demam. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang rendah. Namun akan berdampak berat pada pasien memiliki riwayat penyakit diabetes, gangguan ginjal dan jantung dan hati, juga pada lansia.Jika terpapar virus corona tetapi tubuh dalam kondisi masih bugar, maka hanya diperlukan istirahat yang cukup, konsumsi air putih yang cukup serta makan makanan yang sehat. Sebab penyakit ini memiliki sifat dapat sembuh dengan sendirinya.
“Mereka yang sakit, mendapatkan perawatan di rumah sakit dia juga akan sembuh,”ulasnya.Virus ini tidak terbang. Proses penularannya melalui partikel yang keluar saat seseorang batuk, bersin, atau saat flu ada partikel yang menempel di pakaian, keyboard, meja, hp, dan barang lainnya. Itu sebabnya, orang yang dalam kondisi sakit disarankan menggunakan masker agar tidak menularkan ke orang lain atau sekitarnya.Dr Rendi Revandana Bramantya,Sp.PD juga mempragakan cara penggunaan masker yang benar. Mulai dari kerapatannya,hingga kebersihannya. Hindari pemakaian masker terlalu lama,karena sudah banyak kuman yang menempel.Tidak menyentuh masker bagian luar, dan segera membuang masker setelan digunakan. Jangan dilipat dan dimasukan dalam tas.Hal penting lainnya kata Dr Rendi Revandana Bramantya,Sp.PD seringlah mencuci tangan. Menurut penelitian, dalam satu jam seseorang bisa puluhan kali memegang bagian wajahnya. Entah itu hidung, mulut dan lainnya. Hal ini berpotensi memicu terpaparnya kuman atau bakteri. Masyarakat turut mempraktikkan cara mencuci tangan yang telah diajarkan.


