Artikel

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Karnaval Budaya Pandhalungan yang digelar pada tanggal 24 Agustus 2019 untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia akan menampilkan 17 defile. RSD Kalisat ikut serta dalam Karnaval tersebut. Karnaval pada tahun ini mengambil tema lebih kreatif dan menonjolkan kekhasan Jember. Start dimulai dari Balai Serbaguna Kaliwates Jember dan Finish di Alun-alun Jember.

 

Penilaian: 2 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 74 digelar di halaman depan gedung Merah Putih RSD Kalisat. Upacara Kemerdekaan diikuti oleh seluruh manajemen, pegawai, dan para tenaga medis RSD Kalisat. Direktur RSD Kalisat, Drg Kunin Nasihah, M.Kes menjadi inspektur upacara. Pada ucara kali ini tema yg diusung oleh RSD Kalisat sendiri adalah 'Dengan Semangat Kemerdekaan RSD Kalisat Go Snars' yang dimaksud agar RSD Kalisat mendapatkan Akreditasi bintang 5 melaui semangat kemerdekaan yg bisa dijadikan contoh semangat

 

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

Pada Hari Minggu (20/6/2019) RSD Kalisat mengikuti Fun Bike Universitas Airlangga dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada tangga 1 Juni 2019 yang bertemakan "Kita Indonesia Kita Pancasila'. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi dengan semua pihak. RSD Kalisat menggunakan rute pendek yaitu rute 16 KM. Ditampilkan juga beberapa booth UMKM Kabupaten Jember. Selain itu juga ditampilkan  hiburan rakyat berupa tarian, musik patrol, dan panggung hiburan. Juga diisi dengan Senam Sehat setelah peserta bersepeda diberangkatkan. Setelah mencapai garis finish, pengundian doorprize dilakukan dengan hadiah utama 1 Unit Rumah

.

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

I.       PENDAHULUAN

      Rumah sakit sebagai layanan kesehatan harus mampu menyelenggarakan pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal secara komprehensif dan terintegrasi 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Indonesia. Pelayanan bermutu ini dapat dipantau dan dinilai oleh rumah sakit itu sendiri melalui format yang telah disusun pada standar kinerja manajemen dan standar kinerja klinis. Dimulai dari garis depan/UGD dilanjutkan ke kamar operasi/ruang tindakan sampai ke ruang perawatan, antara lain : stabilisasi di UGD dan persiapan untuk pengobatan definitif, penanganan kasus gawat darurat oleh tim PONEK RS di ruang tindakan, penanganan operatif cepat dan tepat meliputi laparotomy dan seksio sesaria, perawatan intermediate dan intensif ibu dan bayi, dan pelayanan asuhan antenatal risiko tinggi.

 

       Pelayanan obstetri dan neonatal merupakan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir secara terpadu dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Konprehensif (PONEK) di rumah sakit. Rumah sakit PONEK 24 jam merupakan bagian dari sistem rujukan dalam pelayanan kedaruratan maternal dan neonatal.

 

 

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang

 

I.       PENDAHULUAN

 Melalui Undang-Undang No. 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung ( UUBG  2002 ), factor keselamatan telah menjadi persyaratan penting yang harus dipenuhi oleh bangunan gedung.  Salah satu aspek keselamatan adalah keselamatan dari bahaya kebakaran. Untuk menjamin tingkat keandalan serta keselamatan bangunan agar dapat digunakan sesuai dengan fungsinya,  maka perlu dilengkapi dengan system proteksi aktif, system proteksi pasif, dan penerapkan Manajemen Keselamatan Kebakaran ( Fire Safety Management, FSM ). Ketiga komponen proteksi tersebut adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. pada dasarnya FSM telah dijalankan pada bangunan gedung, dengan bentuk dan kualitas yang beragam. Didapati bahwa bangunan komersil memiliki perhatian yang lebih baik dalam penerapan FSM dibandingkan bangunan perkantoran dan rumah sakit.

 

Oleh karena itu, Rumah Sakit harus siap seandainya  terjadi kebakaran dengan proteksi pasif yang baik  misalnya menahan rambatan api, misalnya : bahan bangunan gedung, kontruksi bangunan gedung, kompartemisasi dan pemisahan serta penutup pada bukaan. Proteksi Aktif  juga sangat penting  karena Tanggung jawab utama   pengendalian kebakaran terletak pada petugas rumah sakit sepeti :  alat pemadam api ringan, system deteksi dan alarm kebakaran, .  system pipa tegak dan slang kebakaran serta hidran halaman, system sprinkler otomatis, system pengendali asap,  lif kebakaran, pencahayaan darurat,  penunjuk arah darurat, system pasokan daya listrik darurat,  pusat pengendali kebakaran,  instalasi pemadam khusus.

 

Sangatlah  penting  setiap karyawan sudah terlatih dengan rencana prosedur pencegahan kebakaran di rumah sakit dan mengerti tindakan yang tepat  jika terjadi kebakaran. Tindakan yang tepat dalam keadaan darurat kebakaran dapat mengurangi resiko kebakaran. Sementara pelatihan  pengungsian (evakuasi)  di rumah sakit tujuan utamanya adalah   untuk tidak mengungsikan  pasien kecuali sangat  diperlukan, Oleh karena itu  perhatian khusus harus difokuskan pada teknik pencegahan dan penanggulangan  kebakaran yang tepat untuk menghindari skenario terburuk, namun bila sangat diperlukan pasien seluruhnya harus dievakuasi, Rumah Sakit harus siap melakukannya.  Pelatihan evakuasi dan Kesiapsiagaan sangatlah  penting untuk menghindari dan/atau meminimalkan korban jiwa, yaitu  dengan memberikan panduan yang baik dan tepat di rumah sakit pada saat evakuasi berlangsung. Rencana Penanggulangan Kebakaran dan Evakuasi di Rumah Sakit berisi rincian tugas-tugas dan tanggung  Jawab setiap anggota staf sampai pada pimpinan Rumah Sakit.

 

Copyright © 2018 RSD Kalisat . All Rights Reserved

Search