

“BAHAYA CIKI NGEBUL”
Ciki ngebul merupakan sebutan pada snack yang diberi cairan nitrogen (liquid nitrogen) dalam penyajiannya ketika dikonsumsi (Rohmah, 2023). Pasalnya masih dijumpai para penjual ciki ngebul yang tidak memperhatikan standar dalam penanganan nitrogen cair pada makanan termasuk salah satunya pada snack ciki ngebul. Hal tersebut telah disampaikan oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Rita Endang (CNN Indonesia, 2023).
Beberapa bahaya yang dapat timbul akibat konsumsi ciki ngebul berdasarkan Kemenkes RI adalah:
· Mengakibatkan radang dingin
· Kerusakan internal organ
· Luka bakar (cold burn) pada jaringan kulit
· Tenggorokan terasa terbakar
· Kesulitan bernapas

Masalah kesehatan akibat konsumsi ciki ngebul juga dipicu oleh penggunaan nitrogen cair dengan titik beku maksimal. Beberapa kasus Sejak Juli 2022 di Malaysia ditemukan kasus luka di kulit anak akibat konsumsi ciki ngebul. Pada bulan November 2022 di Tasikmalaya ditemukan kasus anak-naka mengalami sakit perut, mual, pusing, dan muntah usai konsumsi ciki ngebul (Kurnia, 2023).
REFERENSI
CNN Indonesia. 2023. Adakah Cara Aman Makan Ciki Ngebul? https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230113125430-255-900003/adakah-cara-aman-makan-ciki-ngebul
Kurnia, T. 2023. Kuliner Lokal Disorot Media Asing: Ciki Ngebul Nitrogen. https://www.liputan6.com/global/read/5181313/kuliner-lokal-disorot-media-asing-ciki-ngebul-nitrogen
Rohmah, F. 2023. Jajanan Ciki Ngebul Berasap Karena Pakai Apa? Ternyata Nitrogen Cair Itu.. https://www.jatimnetwork.com/gaya-hidup/pr-436500500/jajanan-ciki-ngebul-berasap-karena-pakai-apa-ternyata-nitrogen-cair-itu

COVID-19 MASIH ADA?
Kemenkes RI melaporkan kasus harian Covid -19 telah menunjukkan tren penurunan secara nasional yang konsisten dalam dua pekan terakhir. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun telah resmi dicabut oleh Presiden RI (Prastiwi, 2023). Melihat fakta-fakta tersebut, tidaklah lantas membuat kita semua lengah dan tidak mawas diri. Tetap waspada dan tingkatkan imunitas dalam tubuh. Hal tersebut seiring dengan data-data update perkembangan kasus Covid -19 yang terus dilakukan pemantauan setiap harinya.
Berdasarkan data laporan Tim Satgas Penanganan Covid-19 masih dijumpai penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia di Indonesia akibat virus Corona. Terhitung hingga hari Selasa (17/1/2023), tercatat 357 orang positif Covid-19, 572 orang sembuh, dan 7 orang meninggal dunia (Satgas Covid-19, 2023). Melihat data tersebut dapat diketahui bersama bahwa kasus Covid-19 masihlah ada dan nyata walaupun tak kasat mata di sekitar kehidupan kita.
Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman yang tepat pada masyarakat walaupun kaususnya cenderung melandai dalam beberapa waktu terakhir, hal tersebut tidak menjamin virus Covid-19 ini benar-benar musnah dari kehidupan kita. Dengan adanya pemahaman tersebut diharapkan dapat tetap tertanamkan pada diri masyarakat untuk “Tetap Waspada, Jangan Lengah, dan Tingkatkan Imunitas!” untuk memberantas tuntas pandemi Covid-19 ini.
REFERENSI
Prastiwi, D. 2023. Update Selasa 17 Januari 2023: 6.726.668 Positif Covid-19, Sembuh 6.559.303, Meninggal 160.746. https://www.liputan6.com/news/read/5182407/update-selasa-17-januari-2023-6726668-positif-covid-19-sembuh-6559303-meninggal-160746 [Diakses pada January 18, 2023].
Satgas Covid-19. 2023. Update Penanganan Covid-19 17 Januari 2023. BNPB.

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan keterampilan SDM RSD Kalisat, RSD Kalisat bersama PPNI menyelenggarakan pelatihan Inhouse Training Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support yang diadakan pada Hari Rabu - Minggu, Tanggal 21 - 25 September 2022 Bertempat di Aula RSD Kalisat.

Dalam pelatihan tersebut turut hadir Direktur RSD Kalisat beserta Pejabat Struktural, Ketua PPNI DPD Jember beserta jajaran, Ketua HIPGABI beserta Tim Instruktur dan Peserta pelatihan yang terdiri 79 perawat dan 4 Dokter.
Penyelenggarakan Inhouse Training Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support ( BTCLS) bagi dokter dan perawat sebagai upaya agar pelayanan kegawatdaruratan yang diberikan sesuai dengan standar pelayanan kepada pasien.

Adapun kompetensi yang harus dicapai oleh peserta dalam pelatihan BTCLS adalah
1. Mampu melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD),
2. Mampu melakukan penilaian awal (initial assessment) dan melakukan triage pasien
3. Mampu melakukan penatalaksanaan pasien dengan gangguan pernafasan dan jalan nafas (airway and breathing),
4. Mampu melakukan penatalaksanaan pasien akibat trauma: kepala dan spinal, thorak dan abdomen, musculoskeletal dan luka bakar.
5. Mampu melakukan penatalaksanaan pasien dengan gangguan sirkulasi
6. Mampu melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskuler.
7. Mampu melakukan penatalaksanaan proses rujukan.

Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari secara online dan offline berjalan dengan aman dan lancar. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi Tenaga Kesehatan di Lingkungan RSD Kalisat serta mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi para pasien dan keluarganya.
